Indonesian Culture

Minggu, 20 Maret 2011

LAUNCHING BATIK

Launching Batik Khas Depok


pertengahan tahun 2007, Dewan Kerajian Nasional (DEKRANASDA) Kota Depok memprakarsai Lomba Design Batik Khas Depok. Lomba ini hanya boleh diikuti oleh masyarakat yang memiliki KTP Depok, dan syarat lainnya adalah design Batik tersebut harus mengandung nilai budaya dan ciri khas Kota Depok, seperti: bangunan bersejarah, unggulan Kota Depok (belimbing, ikan hias), atau kesenian khas Depok (Gong Si Bolong, Topeng Cisalak). Dari 223 peserta yang mengikuti lomba ini, terpilihlah 10 design Batik khas Kota Depok, dan kesemua design ini sudah mendapatkan hak paten diDIRJEN HKI. Pemenang-pemenang lomba ini kalau tidak salah diumumkan pada perayaan Hari Kemerdekaan RI tahun 2007.


Kurang lebih dua tahun kemudian, yaitu kemarin hari Jumat 19 Juni 2009 pukul 16:00 WIB, Acara Launching Batik Depok terlaksana di Balaikota Depok. Acara ini dibuka oleh sambutan dari Ketua Lomba Design Batik, DEKRANASDA, dan Walikota Depok. Prosesi peluncuran Batik Khas Depok dilakukan oleh Walikota Depok dengan cara menekan tombol sirine dan pemotongan tali balon yang akan terbang membawa banner Batik Khas Depok beserta sejumlah uang di dalam amplop yang menempel di banner tersebut.



Diramekan pula dengan penampilan fashion show 5 desain Batik Khas Depok (dari 10 desain yang ada) oleh Finalis Abang Mpok Depok 2008, musik dari Seniman Terminal Depok, dan pembagian semacam selendang kecil batik khas Depok kepada masyarakat yang menonton acara ini. Tidak hanya itu, acara ini sempat dihebohkan dengan sedikit rubuhnya panggung fashion show karena tidak mampu menahan banyaknya orang pada saat sesi foto bersama.
 
 
 
 
 
 
 

Launching Batik Khas Bojonegoro



Bojonegoro merupakan sebuah kabupaten yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kekayaan ini menginspirasi Ibu Mafudho Suyoto untuk menjadikannya sebagai motif Batik. Melalui lomba design, maka terciptalah 9 motif Batik Jonegoroan. Antara lain: Gastro Rinonce (Motif Kilang Minyak dan Gas Bumi), Jagung Miji Emas (Motif Jagung), Mliwis Mukti (Motif Burung Legendaris Jelmaan Angling Dharma, Mliwis Putih), Parang Dahono Munggal (Motif Wisata Api Abadi, Kahyangan Api), Parang Jembul Sekar Rinandar (Motif Hewan Sapi), Pari Sumilak (Motif Padi), Rancak Thengul (Motif Wayang Thengul, khas Bojonegoro), Sata Gondo Wangi (Motif Tembakau), dan Sekar Jati (Motif Daun Jati).
Sembilan motif batik Jonegoroan diatas merupakan gambaran dari Potensi Budaya dan Alam Bojonegoro. Bu Yoto memiliki hasrat agar melalui potensi Bojonegoro yang tertuang dalam kain batik Jonegoroan, maka kedepan akan turut mengangkat atau mengenalkan potensi Bojonegoro ke khalayak ramai.  Selain itu, yang lebih utama adalah kehadiran batik Jonegoroan ini mampu menggelorakan roda perekonomian Bojonegoro.
Untuk memeriahkan acara launching 9 Motif Batik Jonegoro kali ini, telah dilakukan peragaan Busana dengan menggunakan ke 9 Motif Batik Jonegoro oleh para Kange – Yune 2009 dan yang tidak kalah menariknya juga di buka basar batik Jonegoro di halaman pemkab serta bagi masyarakat yang ingin memliki batik Jonegoro bisa mendapatkannya di Kecamatan Temayang, Kecamatan Dander dan Purwosari. (Kominfo/PTI)




Launching Batik ROXY





























Launching Batik Khas Sasambo
Batik Sasambo yang merupakan produk perdana dari Sentra Industri Kreatif Sasambo diluncurkan pertama kali pada tanggal 17 Maret 2010 bersamaan dengan diresmikannya SMKN 5 Mataram sebagai Sentra Industri Kreatif Kota Mataram. Foto-foto kegiatan launching ‘batik sasambo’ bisa dilihat di sini



DSCF0156

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar